Monday, March 11, 2013

Tips Memulai Investasi Saham


Investasi di saham akhir-akhir ini seperti sedang naik daun.  Banyak sekali penawaran untuk berinvestasi di instrumen keuangan ini di berbagai tempat, mulai dari pameran, iklan radio dan televisi, surat kabar, bahkan di pusat perbelanjaan.
Para broker juga sibuk berlomba-lomba mencari nasabah dengan memberikan berbagai pelayanan seperti komisi yang rendah, rekomendasi saham melalui email atau Blackberry, training, dan online trading.  Hasil yang diperoleh broker pun menuai hasil yang lumayan. Jumlah nasabah terus meningkat dan jumlah transaksi harian di Bursa Efek Jakarta pun bertambah.
Tapi kita sebagai calon nasabah juga perlu berhati-hati ketika memulai investasi di produk keuangan ini.  Investasi di saham memang berpotensi untuk menghasilkan return yang tinggi.  Walaupun demikian, investasi di tempat ini juga berisiko mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan.
Bayangkan dalam dua sampai tiga hari saja Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar 5%-10%, tapi dalam jangka waktu yang sama Anda juga bisa menderita kerugian dengan jumlah yang sama besar.  Selain risiko rugi, Anda juga perlu waspada pada status dan kredibilitas broker Anda karena dana dan transaksi Anda sepenuhnya dipegang oleh broker sehingga salah memilih broker bisa berakibat lenyapnya modal Anda.  Untuk itu supaya bisa membantu Anda untuk memulai bertransaksi saham, berikut adalah lima tips yang bisa Anda perhatikan ketika memulai berinvestasi di produk ini:
  • Pilihlah broker yang kredibilitasnya bisa dipertanggungjawabkan.
Walaupun banyak broker memberikan iming-iming komisi rendah, online trading, atau bahkan bunga dan fasilitas margin, tapi jangan langsung terlena oleh penawaran mereka karena yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa bertanggungjawab atas dana dan transaksi kita. Syarat utama broker yang kredibel adalah broker tersebut harus terdaftar di Bursa Efek Indonesia.  Anda bisa melihat broker mana saja yang terdaftar melalui situs resmi BEI di www.idx.co.id.  Selain itu tidak ada salahnya Anda bergabung dengan forum atau mailing list yang dibuat oleh para investor saham dan bertanya mengenai broker mana yang baik dan broker mana saja yang pernah bermasalah. Sering kali pengalaman teman sesama investor lebih kaya informasi daripada informasi resmi broker dan pemerintah.
  • Kenali tujuan Anda berinvestasi dan kondisi Anda sekarang.
Sebelum mulai berinvestasi, pertama-tama tetapkan dulu alasan mengapa Anda berinvestasi.  Apakah untuk alasan jangka panjang seperti untuk pensiun?   Atau untuk alasan jangka pendek seperti menambah penghasilan bulanan?  Setelah itu kenali dulu bagaimana kondisi Anda sekarang.  Apakah Anda memiliki dana terbatas?  Apakah Anda mempunyai waktu yang cukup untuk mengikuti berita saham?  Apakah Anda mempunyai kepribadian yang sabar dan tidak mudah panik?  Jawaban dari semua pertanyaan tersebut akan menentukan bagaimana Anda bertransaksi dan apakah Anda sebenarnya cocok untuk berinvestasi di saham atau tidak.  Tidak semua orang cocok berinvestasi di saham, karena itu jangan paksakan diri Anda bila Anda tidak merasa nyaman atau bahkan takut berinvestasi di instrument keuangan ini.
  • Buatlah sistem bagaimana Anda bertransaksi sebelum Anda mulai membeli saham.
Walaupun bertransaksi saham kelihatannya gampang yaitu beli di harga murah dan jual di harga mahal, tapi pada kenyataannya banyak orang yang justru melakukan sebaliknya.  Banyak orang yang ketika baru mulai bertransaksi saham justru membeli di harga mahal dan “terpaksa” menjual di harga murah.  Ini karena ketika mereka membeli saham, mereka tidak memiliki rencana tentang bagaimana langkah selanjutnya. Mereka cenderung ikut-ikutan dan mudah terbawa emosi karena semuanya hanya berdasarkan “feeling”.  Ketika bertransaksi saham, sangat penting untuk mempunyai rencana menyeluruh mengenai kapan membeli, kapan menjual, berapa besar kerugian yang bisa ditanggung, dan berapa besar keuntungan yang ingin dicapai. Milikilah rencana seperti ini sebelum mulai membeli saham.  Banyak sekali investor saham yang akhirnya rugi besar hanya karena mereka tidak memiliki rencana ketika bertransaksi.
  • Pelajari teknik analisa saham.
Untuk menentukan kapan harga terbaik untuk membeli dan menjual bisa menggunakan dua teknik analisa yaitu fundamental dan teknikal.  Analisa fundamental berkaitan dengan data keuangan perusahaan dan berita mengenai perusahaan pemegang saham.  Sedangkan analisa teknikal berkaitan dengan grafik harga saham.  Masing-masing pendekatan analisa mempunyai kelebihan dan kekurangan.  Analisa teknikal biasanya lebih disukai oleh investor yang tidak memiliki latar belakang keuangan.  Walaupun biasanya untuk investor jangka panjang lebih menyukai analisa fundamental sebagai patokan utama.  Bila Anda ingin berinvestasi di saham sebaiknya Anda membiasakan diri dengan dua analisa tersebut agar Anda tidak terombang-ambing dengan harga saham yang naik turun.
  • Gunakan dana yang tidak terpakai untuk bertransaksi saham.
Investasi di saham adalah investasi yang berisiko.  Anda bisa dengan cepat mendapatkan keuntungan, tapi Anda juga bisa dengan cepat menderita kerugian.  Karena itu hanya gunakan dana yang tidak akan Anda gunakan dalam jangka waktu dekat untuk bertransaksi saham.  Jangan gunakan dana yang dialokasikan untuk sesuatu yang penting atau yang akan digunakan segera seperti dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun, dana cicilan rumah, dll.  Pastikan bahwa Anda secara psikis juga bisa menerima seandainya dana tersebut berkurang dengan cepat.  Kalau Anda tidak bisa menanggung kehilangan dana tersebut maka sebaiknya Anda menunggu dulu untuk mulai berinvestasi di saham.

Investasi di bursa saham memang sangat menggiurkan.  Terlebih lagi dengan tawaran-tawaran para broker dan penawaran dari sejumlah sistem yang dikatakan dapat menaikkan potensi Anda untuk mendapat untung di saham.  Tawaran tersebut memang baik dan tidak ada salahnya dipertimbangkan. Tapi yang paling penting adalah mempersiapkan diri Anda dahulu sebelum memulai.  Pelajari dulu bagaimana seluk beluk saham, teknik analisa, dan cara mengalokasikan dana.  Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan mental Anda untuk menjadi salah satu investor di bursa saham.

Cara Membeli Saham


Untuk bisa menjadi investor di lantai bursa, seseorang harus menjadi nasabah di sebuah perusahaan sekuritas. Kemudian mereka akan diberi formulir nasabah. Isi data dengan benar dan juga serahkan fotokopi KTP yang berlaku. Transfer sejumlah dana sebagai deposit awal ke rekening broker yang telah ditentukan (Masing-masing broker menentukan deposit berbeda-beda).

Bila masih ragu, bisa menanyakan kepada broker yang ditunjuk perusahaan sekuritas mengenai saham apa yang cocok dengan kebutuhan. Besaran nilai investasi tergantung dari harga saham yang dipilih. Kemudian kirimlah dana sejumlah nilai investasi saham, ke nomor rekening perusahaan sekuritas.

Catat nomor call center perusahaan sekuritas, ini gunanyajika sewaktu-waktu ingin menjual saham sesuai dengan harga yang ditentukan, maka bisa segera ditelepon untuk melakukan aksi jual. Setelah itu, perusahaan sekuritas akan menransfer uang Anda ke nomor rekening, sesuai bank dan nomor rekening yang dicantumkan saat mengisi formulir.

Namun demikian, Paula meyarankan untuk investasi masuklah ke reksa dana. "Karena memang ada orang-orang yang kerjaannya mantau portofolio saham-saham. Dimulai saja dari beli reksa dana setiap tanggal 20 sebesar Rp 100 ribu tapi rutin dan kontinyu," jelasnya. Hm, berminat?

Bagaimana Cara Bermain Saham?

Masyarakat saat ini sudah terbilang makin cerdas dalam berinvestasi. Baik dalam jangka panjang maupun untuk jangka pendek, demi menghidupi mereka di masa tua kelak. Ada yang nyaman berinvestasi di emas, properti, bahkan saham.

Bagi para pemula yang ingin berinvestasi dengan bermain saham, pastinya belum tahu langkah apa yang harus diambil untuk memulai bermain saham. Bagaimana cara bermain saham yang aman. Saham merupakan satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.

Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis, saham (efek ekuitas), dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

Menurut Marketing Director Ciptadana Asset Management Paula Rianty Komarudin, ketika seseorang akan bermain saham, maka harus mempunyai tiga hal. Pertama dana yang cukup, waktu yang cukup, serta pengetahuan yang cukup mengenai saham.

"Dana yang cukup karena membeli satu lot saham enggak murah. Waktu yang cukup karena kita harus ngawasin dan menganalisa macam-macam saham. Sementara pengetahuan yang cukup maksudnya, biar kita enggak 'nyangkut' waktu main saham, kita harus paham saham-saham apa yang punya potensi untuk terus naik," tuturnya kepada Okezone.

Sebagai gambaran, dilansir dari Wikipedia, ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik hampir sama dengan saham biasa. Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan.

Kemudian, saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa.

Belajar Saham untuk Pemula


Ngapain sih belajar main saham?  Ini alasannya.  Anda bisa bekerja di mana saja dan kapan saja, tidak melapor kepada siapapun, dan uang tidak pernah menjadi masalah. Anda bisa memantau pasar modal dari sebuah desa kecil di Ubud, Bali, dan sorenya mandi di Pantai Kuta setiap hari, dan Anda bisa menghabiskan banyak waktu bersama orang-orang terdekat Anda.
Hal-hal ini tidak akan terjadi jika Anda bekerja. Hal-hal ini, bahkan lebih (ditambah liburan ke Eropa dan mobil Jaguar), hanya bisa terjadi jika Anda menguasai ilmu investasi.
Tapi bagaimana caranya? Karena itulah kami membuka kursus online belajar main saham ini untuk Anda… secara gratis!
Berbicara mengenai gratis, kami melihat di “luaran sana” harga materi yang akan kami tulis ini diseminarkan senilai Rp.1.500.000,- per kepala, cuma untuk bagian awal dan akhir saja. Kepala dan ekor tanpa badan. Lumayan untuk beli 1 lot ADRO plus 1 lot BBTN pada saat artikel ini ditulis. Untuk badannya (Analisa Teknikal), tambah lagi jumlah yang sama. Jadi 2 lot ADRO dan BBTN. Anda menemukan situs ini sudah merupakan keuntungan (“cuan”) bagi Anda, maka jangan lupa bookmark kami (tekan Ctrl+D), dan ikuti perkembangan kami di facebook.
Kursus ini dirancang dengan dua orientasi di pikiran kami, yaitu masing-masing artikelnya harus cukup singkat dan berorientasi praktek. Hasil akhirnya mungkin akan cukup untuk mengisi sebuah buku panduan saham best seller yang jika dijual di Gramedia akan laku (nanti akan kami pertimbangkan hal tersebut, setelah situs ini jadi). Untuk sementara ini, dikarenakan semua teknik ini harus kami “keluarkan” dari kepala kami ke dalam halaman-halaman situs ini maka kami akan menerbitkan artikel belajar main saham secara bertahap.
Kami akan mencoba sebisa mungkin tidak membahas teori panjang lebar sehingga menjadi tulisan akademik, namun langsung menuju ke prakteknya. Anda juga akan melihat akan banyak update pada tulisan-tulisan sebelumnya, karena kami selalu mengikuti perkembangan terbaru.
Baiklah, tanpa berpanjang-lebar lagi, mari kita mulai saja.
Di sini kami akan secara spesifik menuliskan bursa saham dari sudut pandang seorang trader, bukan investor. Bayangkan diri Anda sebagai seorang kapten kapal sedang mengarungi lautan finansial. Apakah Anda perlu tahu sebuah badai datang dari mana? Tidak! Yang perlu Anda tahu adalah arah pelayaran Anda dan bagaimana cara menghadapi badai. Itu saja. Apakah Anda perlu tahu lautan isinya apa? Tidak juga, yang penting bagaimana agar kapal Anda tetap mengapung.
Begitu juga trader, kita tidak perlu tahu fundamental sebuah perusahaan selain yang sangat sederhana. Kita cuma perlu tahu saham apa yang akan mendapat gain, kapan masuk, kapan keluar, di harga berapa, dan resikonya bagaimana. Dan semua itu akan tercermin di chart.
Pertama-tama, sebagai kapten kapal finansial, Anda harus punya sikap. Bagaimana agar sukses di bursa saham? Pastikan Anda memiliki apa yang diperlukan agar sukses di bursa saham. Jika hal-hal ini tidak cocok dengan Anda, kami dengan sopan mengijinkan Anda untuk mencari profesi yang lain yang lebih sesuai.
Setelah itu kita akan bicara hal-hal seperti trend, support resistance, dan lain-lain dalam bagian analisa teknikal. Anda akan belajar membedah chart dan membuat kesimpulan darinya. Ini adalah senjata utama Anda. Anggap saja hal-hal ini sebagai petunjuk navigasi jalur pelayaran Anda. Satu per satu, mereka tidak menunjukkan banyak, tapi Anda kombinasikan pembacaan dengan yang lain, maka Anda tahu keadaan pasar modal secara umum. Terlatih melihat hal-hal tersebut dengan lancar membuat Anda bisa menentukan arah pelayaran Anda, tanpa bantuan informasi lain.
Dan terakhir, Anda harus mengenal manajemen modal. Sehebatnya tupai melompat, sesekali jatuh juga. Sehebat apapun Anda, Anda bisa bangkrut jika Anda salah mengurus modal Anda! Kita bicara tentang manajemen resiko.